Mengapa tauran antar pelajar terjadi?

Aku tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan ini, atau mungkin siapa yang harus bertanggung jawab atas terjadinya tawuran antar pelajar ini, yang aku bisa hanya menuliskannya dalam sebuah catatan kecil.

 

Ketika tawuran antar pelajar sudah menjadi hal yang sangat biasa, pembawa senjata tejam di biarkan berkeliaran, para pelau tawuran tidak diadili dengan tegas.

Mempersenjatai diri pun menjadi salah satu pilihan bagi para pelaja, demi keselamatan, jika ada serangan mendadak, ataupun ingin mengadakan serangan mendadak.

Ketika korban akibat tawuran bukalah mereka yang terlibat atau hobi dalam tindakan tidak terpuji ini, tapi para siswa terbaik di sekolahnya maupun masyarakat yang sedang melintas ketika tawuran itu sedang terjadi.

Siapa pihak yang harus bertanggung jawab untuk menciptakan suasana ibukota Jakarta ini aman?  Gubernur, aparat polisi,  para guru disekolah atau orangtua para pelajar atau para pelajar itu sendiri? Sehingga tidak membuat para pelajar ketakutan maupun masyarakat yang tidak sengaja terlibat.

Miris, saat sebagain pelajar pasrah menerima keadaaan, tanpa sanggup keluar dari ancaman yang setiap saat datang mengancam jiwanya, atau masyarakat yang seakan tidak peduli dan acuh tak acuh atas terjainyatawuran itu, maupun aparat polsi yang tidak bertindak tegas dalam menangani tindak tawuran.

Jika tradisi tawuran yang sudah mengakar dan turun temurun ini disebabkan oleh dendam atau hanya sedikit berbeda pendapat, apakah dendam dan perbedaan pendapat itu bisa dihilangkan begitu saja? Meski dendam itu tak pernah membuat hati bahagia, justru semakin membuat kita terjerembat ke dalam suasana batin yang tidak merdeka.

Apakah tawuran itu meningkatkan prestasi belajar, membuat para pelajar semakin berani atau percaya diri, dan memiliki mental tangguh? Tentu tidak, tawuran hanya membuat pelajar semakin ciut, bermental tempe, dan hanya mementingkan kepetingan kelompok saja.

Pelajar berbeda pendapat dan berselisih paham itu wajar, karena perbedaan itulah yang membuat hidup berwarna, tapi kalau pelajar sudah membawa senjata tajam dan berniat menghilangkan nyawa pelajar lain, itu sudah tidak wajar.

 

^_^

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: