Laki-Laki Sejati.

Aku bertanya pada Bunda, bagaimana untuk menjadi Lelaki Sejati?

Bunda menjawab, Nak……….

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,

Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,

Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,

Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat kerja,

Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,

Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,

Tetapi dari hati yang ada dibalik itu.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja,

Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,

Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan.

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,

Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

(from : Ebook, “Tambahkan Cinta, Kurangi Benci”)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: