Pacaran?

PACARAN?

Banyak dari kita yang sudah bahkan sering pacaran atau saat ini masih pacaran, tapi kita sendiri belum mengerti secara tekstual apa itu pacaran? (mungkin ya) aahahha…..

Ada berbagai macam pengertian mengenai pacaran, karena konotasi pacaran itu sangat beragam dan tiap individu punya pengertian sendiri mengenai pacaran.

Definisi umum PACARAN yaitu merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan (Wikipedia). Namun pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Individu-individu yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.

Cuma bisa bilang……ckckcckckckkk

Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Pembedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Berdasarkan tradisi zaman kini, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, hingga hubungan seksual atau percumbuan. (Wikipedia lagi)

Hmmmmm, yang ini lebih parah lagi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar.

Pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala sangat umum di kalangan anak muda, remaja sampai anak kecil yang masih SD pun sudah mengenal istilah pacaran. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu hingga sinetron-sinetron tidak mendidik yang ditayangkan hampir setiap hari. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus dibumbui dengan kisah-kisah percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.

Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran merupakan  bagian dari kultur Barat. Sebab masyarakat Barat sudah mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), dating (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual dalam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak hal tersebut tapi tidak sedikit juga dari mereka yang melakukan hal tersebut. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang yang berpacaran akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa/i) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. (mungkin yaaaa)……eheheheehhe

jadi kesimpulannya, dipikirkan sendiri saja ya, sudah pada mikir semua kan ya…..aihihihhihihihihihi :p

  1. i think to write in blogs, you have to be very focused on what is the main subject and the rest comes casually.http://www.acessegratis.com

  2. there are definitely some more details to take into consideration, but thanks for giving this info.http://www.netshues.org

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: